Pages

Subscribe:

Link

Senin, 18 Januari 2016

Klik Iklan, dapat Duit.. Bisa mnyaingi gaji Bulanan Dikantor loh..


Baca Dulu baru koment:

<m:smallfrac m:val="off"><m:narylim m:val="undOvr"></m:narylim></m:smallfrac>
PTC MEMBAYAR PALING TINGGI
Mendapatkan Dollar dari PTC memang susah-susah gampang, namun justru PTC adalah cara mendapatkan uang di internet yang tak perlu modal bahkan tak perlu juga memiliki blog. Yang penting anda Online maka itulah peluang anda mendapatkan uang. Ini adalah PTC yang berani membayar tertinggi dan terbukti legit alias bukan scam. Daftar DISINI WAOINDIA

Masih ada yang belum mengenal bisnis PTC? PTC adalah, situs yang menyediakan iklan buat member nya. tygas kuta hanya ngeklik iklan iklan yang sudah disediakan situs tersebut. hargaperklik nya adalah 0.1 alias 1000 rupiah perklik nya. caranya klik link diatas>pilih daftar/sign-up>setlah anda terdafatar, silahkan sigin>lihat menu diatas, klik view ads. lihat disana sudah tersedia iklan2 nya. kalau wolndia menyugugkan 5-6iklan per hari..

Mengapa disebutkan PTC tertinggi bayarannya? Inilah alasannya:
Harga Perklik iklan: $0.1
Harga Perklik referral: $0.05
Minimum Payout: $199

Waoindia adalah salah satu website program PTC diantara banyak PTC lainnya, yang menjadi keunggulan dan menjadi anjuran penulis adalah karena waoindia ini menawarkan harga yang tinggi bagi anggotanya.
HARGA PERKLIK IKLAN
Perklik iklan dihargai $0.1 atau kita kurskan pada rupiah dengan $1 =Rp. 9.000 berarti anda dibayar Rp 900 perklik iklan.

HARGA PERKLIK IKLAN DARI REFERRAL
Referral adalah anggota yang mendaftar dari anda, atau bisa dibilang downline anda, ketika referral anda mengklik iklan maka anda mendapatkan $0.05 per iklan atau Rp.500 tanpa mengurangi harga klik iklan referral anda. Bisa Daftar DISINI

BANYAKNYA IKLAN PER HARI
Waoindia menyediakan rata-rata 7 iklan per hari dan anda hanya diperbolehkan untuk mengklik satu iklan yang sama dalam satu hari, dimulai dari waktu terakhir anda mengklik iklan, artinya bila anda mengklik iklan pukul 9.00 WIB maka anda dapat kembali menklik iklan yang sama setelah pukul 9.00 WIB, dan begitu seterusnya.

MINIMUM PAYOUT
Payout yaitu nilai minimal uang yang didapatkan sehingga anda dapat mentranferkannya pada Paypal, AlertPay atau Cek, tiga  cara yang diterima oleh waoindia. Minimum payoutnya yaitu 199 dollar(Seratus Sembilan puluh Sembilan dollar), itu hanya batas minimum jadi boleh lebih. Silahkan Daftar Di Waoindia

KENAPA ‘TARIF’ WAOINDIA BEGITU TINGGI DARIPADA PTC LAIN?
Tentu timbul tanda tanya, mengapa WaoIndia bisa membayar “Tarif” PTC yang begitu tinggi? Jawabannya adalah karna perusahaan ini bekerja sama dengan 2 perusahaan iklan yang cukup besar yakni SKY DEVELOPMENT & DomainOnAir, yang akan membayar mereka $0.15 per klik. jadi untuk setiap klik dari member, WaoIndia akan mendapatkan $0.05, jika dikalikan dengan jumlah member mereka yang banyak ditambah jumlah hits yang tinggi maka penghasilan mereka akan begitu besar.

Semakin Anda cepat mendaftar akan akan semakin baik, karena WaoIndia hanya memberi kesempatan kepada 8000 customer. Jadi buruan daftar!!! Mumpung GRATIS!



APAKAH WAOINDIA BUKAN SCAM ATAU HANYA PENIPUAN?
Salah satu ciri PTC yang bukan SCAM adalah dalam websitenya terdapat: cashout/Payout/Withdraw(cara untuk mencairkan uang), Forum, bukti pembayaran, dan tempat melaporkan keluhan. Dan di website waoindia terdapat itu semua. Jadi jawabannya adalah Waoindia bukanlan SCAM. Bisa Daftar Disini

PERHITUNGAN PENDAPATAN ANDA
Jika, Anda member standar perhari klik 7 iklan dan 20 refferal anda juga klik 7 iklan perhari, potensi penghasilan anda dapat di hitung sebagi berikut :
Anda Klik 7 iklan perhari = $0.7
20 referal klik 7 iklan perhari = $7
Penghasilan anda per bulan = $0.7 X $7 X 30hari = $231
Maka Penghasilan Anda per bulan = Rp. 2.310.000,-
lumayan kan…


Bagaimana Cara kerja nya??? 
Mungkin bila anda masih newbe atau masih baru, mungkin ini yang anda pertanyakan kepada saya. oke lah sedikit saya terangkan yah ikuti langkah2 nya dengan benar bila anda memang ingin sukses didunia maya dengan penghasilan tetap tanpa modal.

Pertama daftar dulu ke situs nya, klik disini Daftar DISINI WAOINDIA lalu isi formulir dengan benar sesuai data2 anda.



ketiga, klik log in masukkan username dan password anda.
kemudian klik viewads, lihat disana sudah ada iklan 5-7 iklan lalu klik iklan nya satu persatu tunggu hingga durasi mundur nya selesai, setelah itu ada nanti perintah untuk melanjutkan klik saja ok. kemudian tutup tabnya, lanjut ke iklan ke dua begitu seterusnya hingga iklannya habis. setelag selesai, untuk melihat penghasilan anda, klik my akun di menu sebelah kiri anda, nanti sudah tertera disana komisi anda. lakukan gal ini setiap hari, karena iklannya akan ada setipa hari nya.


Nah tunggu apalagi, segera daftar dengan klik disini

CATATAN
  • Walaupun daftarnya gratis, Didalam ‘Term of Service’ waoindia, ada beberapa Negara seperti Latvia, Nigeria, Pakistan, Afghanistan, China, Indonesia yang warga negaranya tidak bisa mendapatkan uang hasil usahanya di PTC waoindia dengan menjadi free member, jadi silahkan mendaftar menjadi premium member terlebih dahulu sebelum mencairkan uang anda, bisa
  • langsung memakai uang anda di rekening online, atau kumpulkan uang dulu dalam account waoindia sampai jumlahnya mencukupi untuk mendaftar.
  • Waoindia mempunyai peraturan bagi para anggotanya untuk tidak posting buktipembayaran kecuali dalam forum, apabila dilanggar maka biasanya akan ada sanksi seperti tidak dibayar, atau dihapus dalam keanggotaan
  • JANGAN SEKALI-KALI BERBUAT CURANG seperti membuat lebih dari satu account, karena waoindia tidak segan-segan menghapus seluruh accountnya tanpa pemberitahuan ataupun dengan pemberitahuan.
  • Silahkan cari Referal anda sebanyak2 nya, jika bingung dengan bahan promosi, silahkan copy note ini untuk bahan promosi anda..
Berbagi itu Indah . . .

Minggu, 28 Oktober 2012

Asas perjanjian dan Tugas pejabat masing masing dalam bidang proses penawaran saham umum

      Instansi Atasan adalah Instansi Kepemerintahan yang lebih tinggi dari Pemerintah daerah, contoh:
a.     Daerah Tingkat I, instansi atasannya adalah Kementerian Dalam Negeri.
b.     Daerah Tingkat II, instansi atasannya adalah Kepala Daerah Tingkat I.

S   IUP akan dibekukan atau dicabut apabila perusahaan tersebut melanggar Undang undang yang telah diatur oleh instansi terkait.
a.     SIUP Perusahaan yang bersangkutan dibekukan apabila :
·           Tidak mengindahkan peringatan yang telah dilakukan sebelum pembekuan ini dilaksanakan.
·           Melakukan kegiatan usaha yang memilki kekhususan seperti perdagangan jasa/penjualan berjangka dan tidak sesuai dengan bidang usaha, kegiatan usaha, dan jenis barang/jasa utama yang tercantum dalam SIUP.
·           Sedang diperiksa disidang pengadilan karena didakwa melakukan pelanggaran HAKI dan atau melakukan tindak pidana lainnya.
Catatan :
·           Selama SIUP perusahaan yang bersangkutan dibekukan, perusahaan tersebut dilarang untuk melakukan kegiatan usaha perdagangan.
·           Jangka waktu pembekuan SIUP, berlaku selama 6(enam) bulan terhitung sejak dikeluarkan penetapan pembekuan SIUP.
·           Pembekuan SIUP, dilakukan oleh kantor /Dinas penerbit SIUP.
·           Siup yang telah dibekukan dapat diberlakukan kembali apabila perusahaan yang bersangkutan :
-      Telah mengindahkan peringatan dengan melakukan perbaikan dan melaksanakan kewajibannya sesuai dengan ketentuan  yang berlaku.
-      Dinyatakan tidak terbukti melakukan pelanggaran HAKI dan atau tidak melakukan tindak pidana sesuai dengan Keputusan Badan Peradilan yang telah berkekuatan tetap.


b.     SIUP dapat dicabut apabila :
·           SIUP yang diperoleh berdasarkan keterangan/data yang tidak benar atau palsu.
·           Perusahaan yang bersangkutan tidak melakukan perbaikan setelah melampaui batas waktu pembekuan.
·           Perusahaan yang bersangkutan telah dijatuhi hukuman pelanggaran HAKI dan atau pidana Badan Peradilan yang telah dijatuhi hukuman berkekuatan hukum tetap.
·           Perusahaan yang bersangkutan melanggar ketentuan Peraturan Perundang – Undangan yang memuat sangsi pencabutan SIUP.

Asas itikad baik ini dapat dibedakan atas itikad baik yang subyektif dan itikad baik yang obyektif:
-      Itikad baik dalam pengertian yang subyektif dapat diartikan sebagai kejujuran seseorang atas dalam melakukan suatu perbuatan hukum, yaitu apa yang terletak pada sikap batin seseorang pada saat diadakan suatu perbuatan hukum. Itikad baik secara subyektif menunjuk pada sikap batin atau unsur yang ada dalam diri pembuat, yaitu apakah yang bersangkutan sendiri menyadari bahwa tindakannya bertentangan dengan itikad baik.
-      Sedang itikad baik dalam pengertian yang obyektif dimaksudkan adalah pelaksanaan suatu perjanjian yang harus didasarkan pada norma kepatutan atau apa yang dirasakan patut dalam suatu masyarakat. Itikad baik dalam arti obyektif lebih pada hal-hal diluar diri pelaku, yaitu kalau pendapat umum menganggap tindakan yang demikian adalah bertentangan dengan itikad baik.

Perjanjian kerja yang dibuat antara pekerja dengan perusahaan :
Empat persyaratan sebagai berikut :
1.     Kesepakatan kedua belah pihak,
2.    Kemampuan atau kecakapan melakukan perbuatan hukum,
3.    Adanya pekerjaan yang diperjanjikan,
4.    Pekerjaan yang diperjanjikan tidak bertentangan dengan ketertiban umum, kesusilaan, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Seperti juga pada Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, suatu Perjanjian kerja yang tidak memenuhi syarat pada nomor 1 dan 2 diatas dapat dibatalkan, sedangkan yang tidak memenuhi syarat huruf 3 dan 4 batal demi hukum. Perjanjian kerja yang dibuat antara pekerja dengan perusahaan ini kemudian menjadikan adanya hubungan kerja antara keduanya. Perjanjian kerja tersebut umumnya memuat kesepakatan antara pekerja dengan perusahaan, yang dalam hal ini sering diwakili oleh manajemen atau direksi perusahaan. Di dalam Undang-Undang No. 13 tahun 2003 didefiniskan bahwa Perjanjian kerja adalah “Perjanjian antara pekerja dengan pengusaha/pemberi kerja yang memuat syarat-syarat kerja, hak, dan kewajiban para pihak”. Sebagai suatu Undang-undang yang tujuannya antara lain untuk memberikan perlindungan kepada pekerja dalam mewujudkan kesejahteraan dan, meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarga.

TUGAS TUGAS PEJABAT PADA MASING MASING BIDANGNYA DALAM PROSES PENAWARAN UMUM SAHAM

a.   Penjamin Emisi (underwriter)
Underwriter bertugas membantu emiten dalam rangka penerbitan saham. Kegiatan yang dilakukan penjamin emisi antara lain :
1.     Menyiapkan berbagai dokumen,
2.     Membantu menyiapkan prospektus, dan
3.     Memberikan penjaminan atas penerbitan.

b.     Akuntan publik (auditor independent)
Peran profesi akuntan publik adalah mengungkapkan informasi keuangan perusahaan dan memberikan pendapat mengenai kewajiban atas data yang disajikan dalam laporan keuangan. Laporan yang disampaikan kepada Bapepam wajib disusun berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum.
Dari hasil pemeriksaan keuangan suatu perusahaan akuntan akan memberikan 4 (empat) macam pendapatnya, yaitu :
1.     Pendapat Baik Tanpa Pembatasan atau Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified Opinion)
2.     Pendapat wajar dengan pengecualian atau pendapat kualifikasi (Qualified Opinion)
3.     Pendapat tidak wajar ( Adverse Opinion)
4.     Pernyataan tidak memberikan pendapat (Disclaimer Opinion)

c.     Penilai (appraisal)
Penilai bertugas untuk menentukan nilai yang wajar dari harta milik perusahaan (aktiva), seperti nilai kekayaan tetap (fixed assets) perusahaan yang berupa tanah, bangunan, mesin-mesin, kendaraan dan lain-lain. Berapa nilai pertambahannya atau nilai penyusutannya dalam jangka waktu tertentu harus dilakukan secermat mungkin sesuai dengan standar penilaian yang berlaku dan prosedur atau tata cara yang diakui oleh profesi penilai.
Hasil penilaian ini diperlukan sebagai bahan informasi bagi investor dalam mengambil keputusan investasi. Dalam kaitannya ini, tanggung jawab penilai akan dituntut pula oleh publik pemegang saham.
Secara umum di dalam melakukan penilaian terhadap harta kekayaan suatu perubahan dalam rangka go public harus diperhatikan beberapa faktor, diantaranya :
1.     Lokasi harta yang dinilai
2.     Kondisi fisik
3.     Kenaikan nilai penyusutan
4.     Tingkat teknologi yang digunakan
5.     Metode penilaian
        Hasil penilaian tersebut harus disampaikan dalam laporan yang jelas, singkat, padat dan sistematis sesuai dengan standar yang disepakati, penggunaan bahasa yang mudah dipahami dan adanya konsistensi dalam melakukan penilaian sehingga para investor dapat memahami secara gamblang.

d.     Konsultan Hukum
Konsultan hukum adalah pihak independen yang dipercaya karena keahliannya dan intergritasnya untuk memberikan pendapat hukum (legal opinion) secara independen mengenai emisi dan emiten atau pihak lain yang terkait dengan kegiatan pasar modal. Untuk itu, konsultan hukum bertugas melakukan pemeriksaan dari segi hukum (legal audit) yang diperlukan penjamin pelaksana emisi terkait. Hal-hal yang perlu mendapat penelitian dan pernyataan dari konsultan hukum antara lain :
1.    Akta pendirian atau Anggaran Dasar Emiten beserta perubahan-perubahannya. Penelitian lebih ditekankan atas keaslian, keabsahan dan kebenaran dokumen atau akta tersebut.
2.    Izin usaha emiten menurut ketentuan yang berlaku. Setiap emiten harus mempunyai izin usaha dan beroperasi sesuai dengan izin usahanya.
3.    Bukti kepemilikan atau penguasaan harta kekayaan emiten, terutama (aktiva) tetap perlu diketahui status kepemilikannya. Apakah harta tersebut semua milik emiten atau ada yang disewa atas nama pihak lain. Perlu juga diketahui apakah harta emiten itu memiliki pertanggungan asuransi yang memadai.
4.    Perikatan emiten dengan pihak. Karena dalam kegiatannya emiten sering mengadakan perikatan dengan pihak ketiga, seperti kerja sama, pinjam meminjam, perdagangan, royalty, dan lain-lain. Maka perikatan itu perlu dipastikan apakah pembuatannya sah atau mengikat secara hukum.
5.    Penyetoran modal oleh pemegang saham sebelum go public. Konsultan hukum harus meneliti kebenaran atas setoran modal seperti yang telah ditentukan dalam Anggaran Dasar.
6.    Perkara baik perdata maupun pidana yang menyangkut emiten atau pengurusnya. Untuk kepentingan go public, masalah perkara ini (baik sebagai tergugat maupun penggugat) harus diungkapkan oleh konsultan hukum. Bila ada, harus dijelaskan dalam perkara mengenai apa. Informasi ini sangat penting bagi calon investor sebagai salah satu unsur yang perlu dipertimbangkan untuk mengambil keputusan.
Secara yuridis, konsultan hukum ikut bertanggung jawab atas setiap keterlibatannya dalam pembuatan laporan atau dokumen yuridis yang harus disampaikan emiten kepada Bapepam. Artinya kalau emiten melakukan kesalahan karena dokumen atau laporan yuridis yang disampaikan tidak tepat, benar dan lengkap maka jelas konsultan hukum bisa ikut dimintai pertanggungjawaban oleh Bapepam.

e.   Notaris
Tugas pokok Notaris yaitu :
1.     Memberi penerangan atau saran-saran
Sebelum membuat akta, Notaris harus terlebih dahulu mengumpulkan data-data, keterangan-keterangan yang selengkap-lengkapnya dan mempelajari akibat hukum yang mungkin terjadi, lalu kemudian memberi saran-saran untuk mencegah timbulnya sengketa diantara para pihak sehubungan dengan akta yang akan dibuatnya.
2.       Membuat akta-akta otentik otentik, baik :
·           Yang perintahkan oleh Undang-Undang, seperti Pendirian Perseroan Terbatas, Berita Acara RUPS,
·           Atas permintaan pihak yang menghendaki jasa Notaris, misalnya tentang jual beli saham, perjanjian pembelian sisa saham dan lain-lain.
3.       Dalam hal pembuatan akta, ada dikenal dua bentuk otentik, yakni :
·           Partij akta (akta dihadapan) artinya akta yang dibuat menurut keterangan-keterangan para pihak dan pihak yang bersangkutan harus menandatangani akta tersebut. Misalnya saja dalam rangka perusahaan yang akan listing, notaris akan membuat perjanjian-perjanjian seperti perjanjian penjaminan emisi efek, perjanjian pengadaan barang cetakan, perjanjian pengelolaan administrasi saham, dan perjanjian agen penjualan yang dibuat dengan dibawah tangan dan penandatanganannya dilegalisir oleh Notaris.
·               Relaas Akta (akta pejabat), yakni akta yang dibuat karena kejadian-kejadian yang disaksikan dan didengar oleh Notaris dan penandatanganan tidak diharuskan misalnya berita berita acara RUPS.

  Ringkasan tugas masing masing pejabat dalam proses penawaran umum saham

a.     Penjamin Emisi (underwriter)
Merupakan pihak yang paling banyak keterlibatannya dalam membantu emiten dalam rangka penerbitan saham. Kegiatan yang dilakukan penjamin emisi antara lain : menyiapkan berbagai dokumen, membantu menyiapkan prospektus, dan memberikan penjaminan atas penerbitan.
b.     Akuntan Publik (Auditor Independen)
Bertugas melakukan audit atau pemeriksaan atas laporan keuangan calon emiten.
c.     Penilai (appraisal)
Bertugas melakukan penilaian terhadap aktiva tetap perusahaan dan menentukan nilai wajar dari aktiva tetap tersebut.
d.     Konsultan Hukum
Bertugas untuk memberikan pendapat dari segi hukum.
e.     Notaris
Bertugas untuk membuat akta-akta perubahan Anggaran Dasar, akta perjanjian-perjanjian dalam rangka penawaran umum dan juga notulen-notulen rapat. 

Lirik Lagu Agung Hercules - Astuti


Tegangan cinta tak dapat dihindar lagi
Kala ku coba menyapamu astuti
Seakan meledak detak jantungku karenamu
Sesaat setelah ku kenal denganmu
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Keringat panas dingin mulai menyerang

Ambisi dalam dada menggebu-gebu

Dua minggu berlalu ceritanya pdkt
Kau dan aku tahu sama-sama cintrong
Tak ku sia-siakan langsung saja to the point
Bahwa aku ingin memiliki kamu

Harap-harap cemas aku menanti
Apakah gerangan jawaban darimu

Oh astuti (apa ya) bagaimana (apanya)
Oh astuti (apa sih) jawabannya

(takkan ku pungkiri hasratku padamu
Bukan hanya saat kau ucapkan cinta
Buktikanlah setulus hatimu
Kalau kau sungguh-sungguh menginginkan aku)

Sungguh bahagia rasanya setengah mati
Memang itulah jawabannya yang ku nanti
Langsung saja ku genggam tanganmu oh astuti
Sebagai tanda kau telah jadi milikku, yesss!

Oh astuti (apa ya) i love you
Oh astuti (apa sih) kau pacarku

(takkan ku pungkiri hasratku padamu
Bukan hanya saat kau ucapkan cinta
Buktikanlah setulus hatimu
Kalau kau sungguh-sungguh menginginkan aku)

Oh astuti (apa ya) kau pacarku
Oh astuti (apa sih) ku bahagia

Minggu, 14 Oktober 2012

Siklus Akuntansi

“Pengantar Akuntansi”
Siklus akuntansi bergerak melalui suatu aktivitas keuangan yang biasanya selama 1 (satu) tahun, akuntan mencatat segala aktivitas operasi atau transaksi yang terjadi pada usaha tersebut. Kemudian akuntan menyiapkan akun-akun untuk mencatat aktivitas operasi pada siklus berikutnya.

Langkah-langkah dasar dalam siklus akuntansi diperlihatkan sebagai berikut :
1.     Transaksi dicatat pada buku jurnal
2.    Transaksi diposkan ke buku besar
3.    Neraca saldo disiapkan, data penyesuaian dikumpulkan dan neraca lajur diselesaikan.
4.    Laporan Keuangan disiapkan
5.    Ayat jurnal penyesuaian dibukukan ke jurnal dan diposkan ke buku besar
6.    Ayat jurnal penutup dibukukan dan diposkan ke buku besar
7.    Neraca saldo setelah penutupan disiapkan.   

1.   Pencatatan Transaksi


Setiap transaksi dapat dicatat dengan melalui persamaan akuntansi dasar yaitu Aktiva = Utang + Ekuitas dan transaksi perusahaan selama periode tertentu akan menyangkut berbagai pos (elemen) aktiva, utang, modal, pendapatan dan biaya. Untuk memperoleh gambaran lebih jelas berikut ini adalah contoh transaksi dan pencatatannya ke dalam jurnal.
Contoh :
Pak Edwin mendirikan perusahaan jasa fotocopy, pada tanggal 1 Januari 2004 Pak Edwin menyetor uang tunai sebesar Rp. 20.000.000,- kemudian dibeli peralatan fotocopy berupa mesin foto copy sebesar Rp. 10.000.000,- dan perlengkapannya seharga Rp. 5.000.000,-

Pencatatan Jurnal :
1 Jan 2004  Kas                                           Rp. 20.000.000
                   Perlengkapan Foto copy             Rp.  5.000.000
                   Mesin Foto Copy                       Rp. 10.000.000

                             Modal Pak Edwin                        Rp. 35.000.000

 


2.   Proses Posting


Setelah transaksi dicatat dalam buku jurnal, proses selanjutnya adalah posting ke buku besar. Langkah-langkah yang harus dilakukan :
a)    Mencatat tanggal transaksi
b)   Menuliskan keterangan singkat mengenai transaksi
c)    Mencatat jumlah rupiah transaksi sesuai dengan tempatnya, yaitu sebelah debit dan kredit.  
Buku besar merupakan kumpulan perkiraan-perkiraan, sedangkan bentuk perkiraan yang biasa digunakan oleh perusahaan terdiri dari 4 jenis, yaitu :
§  Bentuk T
§  Bentuk 2 (dua) kolom
§  Bentuk 3 (tiga) kolom / Bentuk saldo tunggal
§  Bentuk 4 (empat) kolom / Bentuk saldo rangkap 

Contoh berikut adalah dengan menggunakan bentuk 4 (empat) kolom:

KAS
Tanggal

Keterangan

Debit
Kredit
Saldo
Debit
Kredit
1 Jan 2003
Setoran Modal
20.000.000
-
20.000.000
-

                               PERLENGKAPAN
Tanggal

Keterangan

Debit
Kredit
Saldo
Debit
Kredit
1 Jan 2003
Investasi Pemilik
5.000.000
-
5.000.000
-

MESIN FOTO COPY
Tanggal

Keterangan

Debit
Kredit
Saldo
Debit
Kredit
1 Jan 2003
Investasi Pemilik
10.000.000
-
10.000.000
-

MODAL EDWIN
Tanggal

Keterangan

Debit
Kredit
Saldo
Debit
Kredit
1 Jan 2003
Investasi
-
35.000.000
-
35.000.000




3.   Menyusun Neraca Saldo          


Neraca saldo adalah daftar saldo-saldo yang diambil dari masing-masing perkiraan pada buku besar untuk memeriksa kebenaran atau keseimbangan antara jurnal saldo debit dan saldo kredit dari masing-masing perkiraan.

Langkah-langkah menyusun neraca saldo antara lain :

1.   Buatlah kolom neraca saldo yang terdiri dari 4 (empat) kolom. Tulis judul neraca saldo tersebut dengan nama perusahaan dan periode penyusunan neraca saldo tersebut.


USAHA FOTO COPY EDWIN
NERACA SALDO
Per 31 Januari 2003
No
Nama Perkiraan
Debit
Kredit





2.  Tulislah nama-nama perkiraan sesuai dengan nomor kode perkiraan (bila ada) masing-masing mulai dari Harta, Utang, Modal, Pendapatan sampai pada beban, dan setelah itu pindahkan angka-angka saldonya dari setiap perkiraan buku besar ke kolom debit atau kredit dalam neraca saldo.

3.  Jumlah kolom debit dan kredit dari neraca saldo tersebut harus seimbang.

                  

4.   Menyusun Neraca Lajur

Neraca lajur (work sheet) adalah kertas kerja (working paper) yang digunakan akuntan untuk mengikhtisarkan ayat jurnal penyesuaian dan saldo akun untuk penyusunan laporan keuangan pada akhir peiode akuntansi. Fungsi dari penyusunan neraca lajur adalah sebagai:
1.     alat bantu dalam penyusunan laporan keuangan
2.    alat pengawasan bila terjadi kesalahan yang mungkin terjadi pada jurnal penyesuaian
3.    alat untuk memeriksa ketepatan perhitungan yang telah dilakukan

Ada beberapa bentuk Neraca Lajur, namun yang sering digunakan adalah bentuk 10 kolom yaitu sebagai berikut :

No
Akun
Nama
Perkiraan
Neraca Saldo
Ayat Jurnal Penyesuaian
Neraca Saldo disesuaikan
Rugi / Laba
Neraca
D
K
D
K
D
K
D
K
D
K
















Cara penyusunan Neraca Lajur :
1.     Buatlah neraca lajur dengan bentuk 10 kolom (seperti contoh diatas), lalu dituliskan judul laporan yang terdiri dari :
§  Nama Perusahaan
§  Kata “Neraca Lajur”
§  Periode penyusunan
2.    Memindahkan perkiraan-perkiraan buku besar sesuai dengan nomor perkiraan berikut saldonya pada kolom “Neraca Saldo” dan perhatikan keseimbangan antara sisi Debit dan Kredit.
3.    Buatlah ayat jurnal penyesuaian dan pindahkan ke dalam kolom penyesuaian atau AJP pada sisi Debit dan sisi Kredit.
4.    Setelah kolom penyesuaian terisi semua, maka kemudian diisi kolom “Neraca Saldo Disesuaikan” dengan cara sebagai berikut :
a.   Perkiraan/akun yang tidak ada penyesuaiannya, maka saldo sisi debit pada neraca saldo langsung dipindahkan ke sisi debit pada neraca saldo disesuaikan begitu juga dengan saldo sisi kredit neraca saldo langsung dipindahkan ke sisi kredit pada neraca saldo yang disesuaikan.
b.  apabila angka di neraca saldo ada disebelah debit, sedang penyesuaiannya juga ada disebelah debit, maka jumlahkan dan tulis jumlah tersebut di neraca saldo disesuaikan sebelah debit. Sebaliknya bila angka di neraca saldo ada disebelah kredit dan penyesuaiannya juga ada di sebelah kredit, maka jumlahkan dan tulis jumlah tersebut di neraca saldo disesuaikan sebelah kredit.
c.   apabila angka di neraca saldo ada disebelah debit dan penyesuaiannya ada disebelah kredit dan ternyata angka di neraca saldo sebelah debit tadi lebih besar maka hitung selisihnya dan tulis selisih tersebut di neraca saldo disesuaikan sebelah debit, sedang jika angka penyesuaiannya (kredit) lebih besar maka selisihnya tulis di neraca saldo disesuaikan sebelah kredit.
d.  apabila angka hanya terdapat dalam penyesuaian saja, maka pindahkan langsung ke kolom neraca saldo disesuaikan, jika di kolom penyesuaian ada di sebelah debit pindahkan ke neraca saldo disesuaikan sebelah debit dan jika di kolom penyesuaian ada disebelah kredit pindahkan ke neraca saldo disesuaikan sebelah kredit.
e.  Setelah semua perkiraan telah dipindahkan ke kolom neraca saldo disesuaikan, maka jumlahkan kolom neraca saldo disesuaikan tersebut baik debit maupun kredit dan periksa keseimbangannya.
5.    Setelah kolom neraca saldo disesuaikan terisi semua dan jumlahnya seimbang, maka isi kolom Rugi/Laba dan kolom Neraca. Caranya adalah sebagai berikut :
a.      Perkiraan nominal yaitu semua perkiraan beban dan pendapatan pindahkan ke kolom Rugi/Laba, perkiraan beban pindahkan ke kolom Rugi/Laba setelah debit dan perkiraan pendapatan pindahkan ke kolom Rugi/Laba sebelah kredit.
b.     Perkiraan riil yaitu perkiraan aktiva, hutang, dan modal termasuk prive, pindahkan ke kolom Neraca, yang termasuk kelompok perkiraan aktiva pindahkan ke kolom Neraca sebelah debit sedangkan yang termasuk kelompok Hutang dan Modal pindahkan ke kolom Neraca sebelah kredit, sedang untuk perkiraan prive pindahkan ke kolom Neraca sebelah debit.
c.      Setelah semua perkiraan nominal telah dipindahkan ke kolom Rugi/Laba, maka jumlahkan baik itu debit maupun kredit. Jika jumlah kredit lebih besar dari pada jumlah debit, maka selisihnya merupakan sisa laba dan di tulis pada sisi debit agar jumlahnya menjadi seimbang. Dan jika jumlah debit lebih besar dari pada kredit maka selisihnya merupakan sisa Rugi dan tulis pada sisi kredit agar jumlahnya menjadi seimbang.
d.      Apabila dari kolom Rugi/ Laba terdapat sisa Laba (Kredit>Debit) berarti sisa laba tersebut menambah modal, karena modal itu kalau bertambah ada disebelah kredit, maka sisa laba tersebut dipindahklan ke kolom neraca sebelah kredit. Sebaliknya jika kolom Rugi/Laba terdapat sisa rugi (Debit>Kredit) berarti sisa rugi pindahkan ke kolom neraca sebelah debit.
e.      Dan yang terakhir setelah sisa Laba atau sisa Rugi dipindahkan ke Neraca, maka jumlahkan kolom Neraca tersebut baik debit maupun kredit dan jumlah tersebut haruslah seimbang.

5.   Menyusun Laporan Keuangan dari Neraca Lajur

Laporan laba rugi biasanya disiapkan langsung dari neraca lajur. Pada laporan laba rugi, beban umumnya disajikan menurut besarnya, mulai dari yang terbesar ke yang terkecil. Laporan ekuitas pemilik disiapkan dengan mencantumkan saldo awal ekuitas pemilik, menambahkan investasi pada usaha tersebut serta laba bersih selama periode bersangkutan, dan mengurangkan penarikan oleh pemilik. Jumlah yang dicantumkan di neraca lajur sebagai modal tidak selalu merupakan saldo akun pada awal periode akuntansi. Pemilik mungkin sudah menanamkan aktiva tambahan pada bisnisnya dalam periode tersebut. Karena itu, untuk melihat saldo awal dan tambahan investasi, kita perlu mengacu ke perkiraan modal.
Dua kelompok aktiva yang lazim adalah aktiva lancar dan aktiva tetap. Kas dan aktiva lain yang biasanya diharapkan akan dikonversi menjadi kas atau dijual atau terpakai habis dalam periode satu tahun atau kurang disebut aktiva lancar. Properti, bangunan, dan peralatan disebut sebagai aktiva tetap atau aktiva pabrik. Biaya (harga perolehan), akumulasi penyusutan, dan nilai buku dari setiap jenis utama aktiva tetap biasanya dilaporkan pada neraca.
Dua kelompok utama kewajiban adalah kewajiban lancar dan kewajiban jangka panjang. Kewajiban yang akan jatuh tempo dalam waktu singkat (biasanya satu tahun atau kurang) dan yang akan dibayarkan dengan menggunakan aktiva lancar disebut kewajiban lancar. Kewajiban yang tidak akan jatuh dalam waktu lama (biasanya di atas satu tahun) disebut kewajiban jangka panjang.
Hak pemilik atas aktiva disajikan di bawah seksi kewajiban dan ditambahkan dengan total kewajiban. Total kewajiban dan ekuitas pemilik harus sama dengan total aktiva.

6.   Membuat ayat jurnal penyesuaian dari neraca lajur.
Data untuk membuat ayat jurnal penyesuaian terdapat pada kolom penyesuaian dari neraca lajur.
Perkiraan-perkiraan yang biasanya perlu disesuaikan pada akhir periode, antara lain :
1.      Perlengkapan (supplies), yaitu membandingkan perlengkapan yang terdapat pada neraca saldo dan yang masih tersedia (persediaan) pada akhir periode akuntansi, maka akan diketahui berapa besar pemakaian atau yang telah menjadi beban perlengkapan.
2.     Beban di bayar dimuka, yaitu beban-beban yang telah dibayar tetapi sebenarnya belum merupakan kewajiban dan harus dibebankan untuk periode yang akan datang (pos transitoris aktif).
3.     Pendapatan diterima dimuka, yaitu beban-beban yang telah dibayar tetapi sebenarnya belum merupakan hak (pendapatan) periode sekarang yang akan datang (pos transitoris aktif).
4.     Piutang penghasilan/Piutang pendapatan, yaitu pendapatan yang telah menjadi hak tetapi belum diterima (pos antisipasi aktif).
5.     Hutang beban, yaitu beban-beban yang sebenarnya telah menjadi hak tetapi belum dibayar (pos antisipasi pasif).
6.     Kerugian piutang, yaitu taksiran kerugian piutang karena adanya piutang yang tak tertagih.
7.     Penyusutan Aktiva Tetap, yaitu penyusutan dari aktiva tetap yang harus dibebankan pada suatu periode akuntansi.

7.   Membuat ayat jurnal penutup dari neraca lajur.
Empat ayat jurnal yang diperlukan untuk menutup akun-akun sementara adalah :
1.     Mendebit setiap akun pendapatan atas jumlah yang terdapat dalam saldonya, dan mengkredit ikhtisar Laba Rugi atas seluruh pendapatan tersebut.
2.    Mendebit ikhtisar Laba Rugi atas total beban dan mengkredit masing-masing akun beban atas jumlah yang terdapat pada saldonya.
3.    Mendebit ikhtisar Laba Rugi atas jumlah yang terdapat pada saldonya (laba bersih), dan mengkredit akun modal atas jumlah yang sama. (Debit dan Kredit akan dibalik bila terdapat kerugian bersih).
4.    Mendebit akun modal atas saldo akun penarikan dan mengkredit akun penarikan atas jumlah yang sama.        

Setelah ayat jurnal penutup diposkan ke buku besar, saldo akun modal akan sama dengan seluruh jumlah yang dilaporkan pada laporan ekuitas pemilik dan neraca. Selain itu, akun pendapatan, beban, dan penarikan akan mempunyai saldo nol.
Langkah terakhir dalam siklus akuntansi adalah menyiapkan neraca saldo setelah penutupan untuk memastikan bahwa buku besar mempunyai saldo yang berimbang pada awal periode berikutnya.   


REFERENSI :
Horngren, Charles.T. and Walter T. Harrison.Jr (1997), Akuntansi di Indonesia. Buku Satu, Salemba Empat, Jakarta.
Sunyanto. Drs (1999). Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa, Essa Group, Jakarta.
Nursasmito, Irfan. Drs. (1983). Siklus Akuntansi Penuntun Pembuatan Laporan Keuangan, Edisi Pertama, Badan Penerbit & Penyalur Akademi Marketing dan Akuntansi, Yogyakarta.
Niswonger. C. Rollin, Warren.Carls.S, Reeve.James M and Fess. Philip.E. (1999). Accountong, Nineteenth Edition, Erlangga, Jakarta.